DASAR-DASAR GERAKAN IRM
“Ikatan Remaja Muhammadiyah adalah Organisasi Otonom Muhammmdiyah,merupakan gerakan islam, dakwah amar maruf nahi munkar di kalangan remaja, berkidah islam dan bersumber pada Al-Qur”an dan As-Sunnah”
Muqaddimah
lkatan Remaja Muhammadiyah merupakan pergantian nama dari lkatan Pelajar Muhammadiyah yang kelahirannya dilatar belakangi untuk memperkuat basis gerakan Islam (Muhammadiyah) dalam menghadapi pengaruh kuat Partai Komunis Indonesia (PKI). Disamping itu sudah merupakan keharusan bagi Muhammadiyah untuk menanamkan nilai-nilai idiologi perjuangan Muhammadiyah kepada kader-kader yang kebetulan saat itu Muhammadiyah telah memiliki lembaga-lembaga pendidikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kelahiran IPM memiliki dua nilai strategis, yang pertama adalah, IPM sebagai aksentuator gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar Muhammadiyah dikalangan pelajar (bermuatan pada membangun kekuatan pelajar menghadapi tantangan eksternal), dan yang kedua adalah IPM sebagai lembaga kaderisasi Muhammadiyah yang dapat membawakan misi Muhammadiyah dimasa yang akan datang.
Upaya dan keinginan untuk mendirikan organisasi pelajar Muhammadiyah telah dirintis sejak tahun 1919. Akan tetapi selalu saja mendapat halangan dan rintangan dari berbagai pihak, termasuk oleh Muhammadiyah sendiri. Akan tetapi dengan kegigihan dan kemantapan para aktifis pelajar Muhammadiyah untuk membentuk organisasi kader Muhammadiyah di kalangan pelajar akhirnya mulai mendapat titik-titik terang dan mulai menunjukkan keberhasilannya, yaitu ketika pada tahun 1958, Konperensi Pemuda Muhammadiyah di Garut menempatkan organisasi Pelajar Muhammadiyah dibawah Pemuda Muhammadiyah.
Keputusan konperensi Pemuda Muhammadiyah di Garut tersebut diperkuat pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah II yang berlangsung pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta yakni dengan memutuskan untuk membentuk lkatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan 11/ no.04 yang secara rinci adalah sebagai berikut:
1. Muktamar meminta kepada PP Muhammadiyah majlis Pendidikan dan Pengajaran supaya memberi kesempatan dan menyerahkan kompelensi pembentukan IPM kepada Pemuda Muhammadiyah.
2. Muktamar mengamanatkan kepada PP Pemuda Muhammadiyah untuk menyusun konsepsi lkatan Pelajar Muhammadiyah untuk segera dilaksanakan setelah rnencapai persesuaian pendapat dengan PP Muhammadiyah majlis Pendidikan dan Pengajaran.
Rencana pendirian IPM tersebut dimatangkan lagi di dalam Konperensi Pemuda Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18 – 20 Juli 1961 dan secara rasional melalui forum tersebut IPM dideklarasikan. Dan ditetapkan tanggal 5 Shafar 1381 H bertepatan dengan tanggal 18 Juli 1961 sebagai hari kelahiran lkatan Pelajar Muhammadiyah.
lkatan Pelajar Muhammadiyah akhirnya menjadi salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah dan kaderisasi di kalangan pelajar Muhammadiyah. Pada masa-masa awal (1961 -1966) IPM masih dalam pengawasan Pemuda Muhammadiyah, dan bersama Pemuda Muhammadiyah berusaha untuk mendirikan IPM di seluruh Indonesia. Sampai akhirnya IPM benar-benar mandiri dan rnampu mengembangkan gerakannya di bidang dakwah pelajar dan kederisasi dengan 26 Pimpinan Wilayah yang telah berhasil berdiri di seluruh Indonesia.
Pada tahun 1992 lkatan Pelajar Muhammadiyah mengahadapi tantangan eksternal yakni pihak pemerintah yang cukup “menekan”. Kebijakan pemerintah yang hanya mengijinkan OSIS sebagai satu-satunya organisasi kepelajaran di tingkat nasional membuat IPM yang notabene adalah organisasi pelajar berusaha keras untuk mempertahankan eksistensinya. Maka diadakanlah Tim Eksistensi IPM untuk melakukan kajian yang mendalam tentang permasalahan tersebut. Tim Eksistensi melihat persoalan dari dua segi. Pertama, masalah itu adalah tekanan luar biasa dari pemerintah untuk mengganti kata “pelajar” sehingga hal ini menyangkut hidup dan matinya IPM. Kedua, dikaitkan dengan perkembangan IPM baik secara vertikal maupun horisontal. adalah realitas empirik yang mendorong keinginan untuk memperluas obyek garapan dakwah IPM. Akhirnya diputuskanlah perubahan nama IPM menjadi lkatan Remaja Muhammadiyah.
Keputusan nama oleh PP IRM ini tertuang dalam SK PP IPM Nomor VI/PP.IPM/1992 yang selanjutnya perubahan tersebut disahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggal tanggal 22 Jumadil Awal 1411 H / 18 November 1992 M. melalui SK No. 53/SK-PP/IV.B/1-b/1992 tentang pergantian nama lkatan Pelajar Muhammadiyah menjadi lkatan Remaja Muhammadiyah. Dengan demikian secara resmi perubahan IPM menjadi IRM adalah sejak tanggal 18 November 1992.
lkatan Remaja Muhammadiyah adalah nama baru lkatan Pelajar Muhammadiyah yang memiliki filosofi gerakan yang tidak berbeda dengan IPM. Hanya saja IRM memiliki jangkauan garapan yang lebih luas yakni remaja (tidak sebatas pelajar di lingkungan Muhammadiyah). IRM dengan garapan yang luas tersebut mempunyai tantangan yang berat karena tanggung jawab moral dan sosialnya semakin besar. Gerakan IRM senantiasa dituntut untuk dapat menjawab persoalan-persoalan keremajaan yang semakin kompleks di tengah dinamika masyarakat yang selalu mengalami perubahan.
Visi dan Misi IRM
Setelah melihat latar belakang dan sejarah perjuangan IRM sebagaimana tergambar di muqaddimah, maka visi yang harus terbangun untuk menatap perjuangan IRM kedepan adalah:
1. lkatan Remaja Muhammadiyah adalah gerakan yang memiliki visi Keislaman.
Visi keislaman tersebut dimaknai sebagai pengakuan IRM bahwa Islam adalah agama yang membawa kebenaran. keadilan, kesejahteraan, dan ketentraman bagi seluruh umat manusia. Islam tersebut secara normative mengandung nilai-nilai perubahan yang konstruktif disetiap tempat dan masa. Dan visi keislaman IRM dipakai untuk mengkonstruksi masa depan perjuangan IRM, sehingga benar-benar terwarnai oleh nilai hakiki ajaran Islam sebagai ajaran wahyu yang selalu cenderung kepada kebenaran dan membawa keselamatan.
2. lkatan Remaja Muhammadiyah adalah gerakan yang memiliki visi keilmuan. Visi keilmuan IRM didasari pada pandangan mendasar lkatan Remaja Muhammadiyah terhadap ilmu pengetahuan. Pandangan tersebut berakar dari keyakinan bahwa pada hakekatnya sumber ilmu didunia ini adalah Allah SWT. Konsekwensinya adalah bahwa perkembangan ilmu pengetahuan harus berawal dan mendapat kontrol dari sikap pasrah dan tunduk kepada Allah SWT.
3. lkatan Remaja Muhammadiyah adalah gerakan yang memiliki visi kemasyarakatan. Visi kemasyarakatan dalam gerakan IRM berangkat dari kesadaran IRM untuk selalu berpihak kepada cita-cita penguatan masyarakat sipil. Karena dengan masyarakat madani dapat dibangun konstruksi negara rasional yang menjunjung tinggi demokrasi dan keadilan serta mengupayakan partisipasi penuh segenap elemen bangsa dengan kemajemukan dan keanekaragaman potensi.
4. lkatan Remaja Muhammadiyah adalah gerakan yang memiliki visi kekaderan.
Visi kekaderan IRM adalah mewujudkan kader IRM sebagai kader ikatan, kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa sebagai pengejawantahan dari tujuan IRM
Setelah terbangun visi gerakan sebagaimana tersebut di atas, gerakan IRM membawa misi sebagai berikut:
1. Memperjuangkan nilai-nilai keislaman.
Implementasi ajaran Islam dalam misi gerakan IRM tercermin dari keberpihakan IRM kepada kebenaran dan pembaharuan dengan menitik beratkan pada penyantunan pelajar dan remaja, kontribusi dalam transformasi masyarakat, dan penyadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga kerangka dasar gerakan IRM terdiri dari; Pertama, ajaran Islam sebagai sumber nilai, inspirasi dan motifasi dalam menentukan misi gerakan IRM. Kedua, dalam misi gerakan IRM terdapat nilai dasar yang dipakai sebagai substansi dari misi tersebut yaitu kebenaran dan pembaharuan. Kebenaran mengandung semangat moral dan ilmiah sedangkan pembaharuan mengandung semangat jihad, ijtihad dan mujahadah.
2. Membangun tradisi keilmuan
Ikatan Remaja Muhammadiyah membawa misi keilmuannya kepada tatanan kehidupan yang manusiawi dan beradab serta jauh dari tatanan kehidupan yang sekularistik, hedonistik, dan mekanistik (merupakan implikasi serius dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini).Remaja muslim sebagai obyek dan subyek dalam gerakan lkatan Remaja Muhammadiyah dalam mengembangkan potensi keilmuannya harus selalu berorientasi kepada kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara. Dan potensi keilmuan remaja dapat dikembangkan dalam komunitas yang memiliki tradisi keilmuan. Dalam membangun tradisi keilmuan didasarkan pada asumsi dan prinsip antara lain:
a. Ilmu pengetahuan harus dikuasai untuk mendapatkan kedudukan sebagaimana manusia terhormat dan berkualitas di hadapan Allah.
b. Semangat menggali khasanah keilmuan harus dibarengi dengan eksplorasi spiritualitas, sehingga tidak melahirkan karakter manusia berilmu yang sekuler.
c. Dengan ilmu pengetahuan perspektif remaja tentang realitas sosial menyatu dengan perspektilnya tentang Tuhan/agama.
3. Membentuk masyarakat beradab.
Masyarakat yang beradab adalah masyarakat yang menjunjung nilai-nilai keadilan dan kebenaran. Sesungguhnya masyarakat beradab secara social politik juga dikatakan sebagai masyarakat yang mandiri dan terberdaya. Kondisi masyarakat yang demikian itulah yang diperjuangkan oleh IRM dengan potensi kader-kadernya. Keberpihakan IRM kepada masyarakat beradab dapat digambarkan; Pertama, IRM melakukan penguatan masyarakat remaja dengan membangun potensi ideologis, intelektualitas dan politik untuk membawa remaja sebagai pembaharu dalam struktur masyarakat dan kekuatan kritik terhadap kekuasaan. Kedua, IRM menyadari akan sangat strategis dan pentingnya melakukan penyadaran sosial politik (kemasyarakat an) sejak dini kepada salah satu elemen masyarakat yang bernama remaja karena mengingat kondisi mereka yang masih kosong dan kepentingan-kepentingan, sehingga sangat efektif untuk dapat menggerakkan dan menyerukan kepentingan moral. Ketiga, Sehingga dapat disebutkan adanya dua kepentingan ketika IRM melakukan aktifitas-aktifitas yang bersifat kemasyarakatan. Yang pertama, IRM berkepentingan untuk melakukan penyadaran hidup bermasyarakat dalam diri remaja dalam rangka penguatan kesadaran bermasyarakat sipil dan kedua, IRM berkepentingan untuk terlibat dalam transformasi masyarakat secara aktif dan dinamis.
4. Menciptakan kader tangguh.
Kader tangguh yang dimaksud adalah kader yang mampu menghadapi berbagai tantangan kedepan terhadap berbagai dinamika kehidupan sehingga IRM tetap eksis sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.
A. Khittah Perjuangan IRM
KHITTAH PERJUANGAN IRM
Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya Ridla Allah sebagai Tuhan Kami, Islam sebagai agama kami, dan Muhammad sebagai nabi dan utusan Allah. Katakanlah ! Inilah khittah perjuanganku. Aku dan pengikutku akan mengajak ke jalan Allah berdasarkan penjelasan (penalaran) yang nyata. Maha suci Allah dan aku bukan termasuk orang –orang yang musyrik. (QS, 12: 108)
Dasar – Dasar Kepercayaan
Hakekat keImanan atau kepercayaan dalam diri manusia adalah aktualnya tata nilai ketuhanan (rububiyah), yang menjiwai terhadap seluruh aktifitas kemanusiaan yang berdasarkan kesadaran bahwa hidup ini berasal dari Tuhan dan menuju kepada Tuhan (Inna lillahi Wainna Ilaihi Raajiuun, sesungguhnya kita berasal dari Tuhan dan kita akan kembali kepada-Nya : QS, 2 : 156), maka Allah adalah asal dan tujuan hidup, tempat kembali segala makhluk.
Adapun tauhid adalah inti dari setiap ajaran Islam yang benar, atau haniif, yang mengajarkan keimanan yang benar kepada Allah. Dengan sikap iman yang benar sebagai seorang makhluk yang bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka berarti kita telah menegaskan diri bahwa satu – satunya kepastian atas wujud Tuhan adalah Allah. Adapun yang lainnya adalah wujud yang tidak pasti, yang nisbi belaka. Ketegasan ini menuntut kita untuk menerjemahkan dalam segala tindakan. Termasuk manusia sendiri, betapa pun tingginya kedudukan dan kekuasaannya. Memutlakkan kedudukan dan kekuasaan manusia oleh manusia merupakan sikap yang bertentangan dengan ajaran Tauhid. Pengabdian yang tulus, ikhlas dan utuh kepada Allah tidak bisa terjadi dalam satu pribadi yang juga memiliki sikap yang sama kepada mahluk yang lain, yaitu memutlakkan mahluk di samping memutlakkan Allah. Tindakan yang demikian merupakan tindakan syirik, pengingkaran atau menyekutukan. Sedangkan orang yang melakukan tindakan syirik disebut musyrik. Adapun mahluk pada umumnya dan manusia pada khususnya, yang mengalami pemutlakan disebut dengan “thaaghuut”, yang berarti tiran, yang sekaligus akan menjelma menjadi nidd (jamak : andaad), yaitu musuh – musuh Allah (QS, 2 : 165).
Dalam bertauhid dan kemurnian iman seseorang, akan melahirkan pengertian – pengertian logis prinsip ketuhanan dan implikasi tauhid.
Pengertian logis prinsip ketuhanan, yaitu
Kesatuan penciptaan (unity of creation) di mana segala kejadian atas jagad raya sebagai “kosmos” ini menjadi pertanda dan pelajaran bagi kita, yang penuh hikmah, harmonis (beraturan, tidak kacau), dan mencerminkan hakikat Tuhan, Maha Pencipta, Yang Maha Kasih dan sayang (QS, 67 : 3).
Kesatuan Kemanusiaan (unity of mankind) yang tidak dapat dibatasi oleh perbedaan warna kulit, latar belakang, bahasa, sejarah, suku, ras, bangsa dan negara.
Kesatuan pedoman hidup berdasarkan agama wahyu (unity of guidance), bahwa secara esoteric, bathin, agama – agama wahyu (Abrahamic religions) memiliki ajaran moral yang sama.
Kesatuan tujuan hidup (unity of the purpose of life), ketiga prinsip di atas bermuara pada penyembahan dan kepasarahan yang medalam kepada Allah SWT ( QS, 3 : 64 ).
Sedangkan implementasi tauhid ditafsirkan sebagai jalan menuju :
Pencerahan. Sebuah organisasi atau pergerakan yang diarahkan dan dibentuk dalam kerangka tauhid merupakan upaya penyadaran terhadap nilai eksistensi manusia, menjadi pengingat dan pembangkit potensi insaniah, serta mengasah dan mencerahkan naluri gaib cinta kasih yang tersembunyi pada eksistensi manusia (QS, 96 : 1 – 5).
Pembebasan. Syahadah dalam terminologi dan kerangka berpikir muslim merupakan pernyataan yang bermula dengan menafikkan, lalu di titik puncaknya adalah penisbahan (Laa illaaha illallah). Pemaknaan kreatif terhadap syahadah mewujud dalam gerakan membebaskan manusia lewat Tuhan. Ketika terbakar oleh api ilahi, kita kembali dan memasuki putaran waktu dan mewarnai jalannya sejarah, mengubah suatu dunia baru yang terbebaskan (QS, 9 : 129).
Kesemestaan/Universality. Sebagai gerakan sosial religius merupakan keniscayaan untuk selalu berada dan bergerak dalam komunitas masyarakatnya. Komunitas masyarakat dalam pandangan dunia tauhid adalah merupakan locus kepedulian, keprihatinan dan pengabdian kepada Allah. Dengan demikian kesemestaan bermakna. Maka Ikatan Remaja Muhammadiyah bergerak dalam setting sosial yang unipolar dan menolak dikotomi orientasi kemanusiaan (QS, 4 :1).
Asas Gerakan IRM
Asas diibaratkan sebagai pondasi atau tumpuan pijakan yang menopang sebuah bangunan dan segala sesuatu yang ada di atasnya. Dengan demikian “asas” merupakan sumber rujukan atau bahan perangkat normatif gerakan Ikatan Remaja Muhammadiyah.
Dengan meletakkan Islam sebagai asas gerakan, merupakan penanda untuk mengangkat Islam sebagai locus dalam menggunakan arah organisasi dan segmen garapannya (Pelajar dan Remaja).
Dalam mengolah, menata dan menentukan sikap gerakan, maka Islam sebagai penjelasan kerangka nalar dari pola wujud asas organisasi ditransformasikan dengan titik tekan atas ; Ketuhanan / Ketauhidan, Pendidikan (tarbiyah, education) serta kemanusiaan dan kebudayaan.
Ketuhanan / Ketauhidan. Internalisasi nilai ketuhanan ke dalam pribadi manusia dalam rangka mencari kebenaran atau ber-mujadahah, yaitu usaha menumbuhkan etos iman yang kreatif dalam rangka mencari kebenaran.
Pendidikan (tarbiayah, education). Eksternalisasi nilai ketuhanan melalui usaha untuk mengolah daya nalar, kesadaran dan kontemplasi hati suci manusia (jihad, menumbuhkan sikap sungguh – sungguh, etos kerja dan kreatifitas manusiawi).
Kemanusiaan dan kebudayaan. Objektifikasi nilai – nilai ketuhanan dan pendidikan ke dalam kehidupan dengan usaha – usaha inovasi dan reformasi (atau lebih tepatnya selalu melakukan ijtihad, yaitu melakukan kerja – kerja budaya dan kemanusiaan melalui usaha pembaharuan (al-I-jaad) untuk kemaslahatan kemanusiaan).
Landasan Perjuangan IRM
Landasan perjuangan adalah tiang – tiang yang memperkuat sebuah bangunan. Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa landasan perjuangan adalah perangkat metodologis dalam menerjemahkan sumber – sumber (asas – asas) normatif gerakan Ikatan Remaja Muhammadiyah.
Adapun landasan perjuangan Ikatan Remaja Muhammadiyah adalah dakwah amar makruf nahi munkar. Dalam bahasa Qur’an, dakwah adalah menuju kepada jalan pembebasan dan menolak kepalsuan. (QS, 3 : 104)
Perangkat metodik dalam berdakwah seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah melalui sistematika nalar yang benar (hikmah) dengan tutur nasehat yang baik (mauidhah hasanah) dan dengan dialog yang sehat (mujadalah al-ahsan).
Dakwah dengan prinsip – prinsip di atas, dimaksudkan untuk menuju pada religiusitas/ kehidupan keagamaan, pemanusiaan (humanizing) dan transformatif.
Religiusitas atau kehidupan keagamaan. Kehidupan keagamaan dalam konteks dakwah amar makruf nahi munkar adalah menumbuhkan keinsafan akan makna hidup yang kukuh dalam masyarakat, memberikan penjelasan dan kejelasan tentang ajaran – ajaran Islam, dengan dampak diharapkan berupa tumbuhnya sikap – sikap keagamaan yang lebih sejalan dengan makna dan maksud hakiki ajaran agama, yang sekaligus berkewajiban menjaga kekuatan moral (moral force). (QS, 9 : 122)
Pemanusiaan (humanizing). Prinsip dasar dari sebuah seruan moral adalah usaha mengaktual potensi fitrah insaniyah. Dengan pijakan gerak seperti itu maka usaha dakwah diarahkan senantiasa pada sisi esoteric (bathin), guna menggugah kesadaran primodial ilahiyah.
Prinsip pemanusiaan ini memiliki dua akar potensi yang terdapat dalam diri manusia. Pertama, kebudayaan, dan yang kedua adalah peradaban. Makna kebudayaan adalah kemampuan diri yang dicapai dengan pertumbuhan, sedangkan makna peradaban adalah kekuasaan atas alam dengan menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, kota, dan negara. Sebab peradaban merupakan kelanjutan atas kemajuan teknis, yaitu kelanjutan dari unsur – unsur mekanik, unsur – unsur alam, yang menunjukan kekuatan – kekuatan potensial yang sebenarnya sudah ada pada leluhur kita pada masa lalu. Peradaban memberi pendidikan sedangkan kebudayaan memberi pencerahan. Yang satu dituntut melalui belajar dan yang satu dituntut melalui perenungan, refleksi, kontemplasi atau meditasi.
Transformatif. Hal ini dimaksudkan guna pembumian nilai – nilai Islam dan mengupayakan kerja konstruktif terhadap maksud dan tujuan ajaran normatif Islam dalam realitas sosial. Dengan demikian Islam menjadi sebuah ajaran yang peka realitas, mengkritis dan memandu arah zaman.
B. Kepribadian IRM
KEPRIBADIAN KADER IRM
Artinya: ” Dan sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang senantiasa beriman kepada Tuhan mereka dan (selalu berusaha) untuk mendapatkan tambahan petunjuk (dari-Nya)”
Kader lkatan Remaja Muhammadiyah adalah kader penggerak dan pendorong organisasi, sehingga IRM dapat menjalankan misinya sebagai gerakan dakwah Islam, gerakan ilmu dan gerakan pembaharuan masyarakat. Maka kader IRM adalah kader yang harus memiliki kepribadian sebagai benkut:
1. Kader IRM adalah kader yang teguh memegang aqidah dan keyakinan Laa laaha Illallah, Muhammadurrasulullah, serta.lnnaddina ‘Indallaahil islam.
2. Disiplin beribadah, sebagai wujud ketaqwaan kepada Allah SWT, serta Islam sebagai Rahmatan Lil’alamin
3. Berakhlaq mulia dan menjadi tauladan di tengah masyarakat serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamiin.
4. Memiliki tradisi intelektual sehingga tercipta sikap kritis, inovatif dan kreatif sebagai landasan beramal kebajikan.
5. Gemar beramal sholeh dengan landasan kedalaman iman untuk mewujudkan keunggulan intelektualitas, ilmu pengetahuan dan moral.
6. Memperbanyak kawan, mempererat ukhuwah Islamiyah.
7. Siap berjihad dengan segala potensi yang dimilikinya untuk persyarikatan, ummat dan bangsa
A. PENJABARAN KEPRIBADIAN KADER IRM
1. Teguh memegang aqidah dengan keyakinan Laa laaha Illallah, Muhammadurrasulullah, serta.lnnaddina ‘Indallaahil islam
Pondasi utama seorang kader adalah keimanan yang dibingkai. oleh tiga keyakinan, yakni keyakinan : Pertama, bahwa tiada Tuhan selain Allah, dengan keyakinan bahwa tidak ada satupun yang terjadi melainkan dengan kehendak dan kuasa Allah SWT. Kedua, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah dengan keyakinan bahwa ummat Muhammad meneladani Nabi Muhammad SAW adalah jalan menuju keselamatan hidup dunia dan akherat. Ketiga, keyakinan bahwa agama yang benar disisi Allah hanyalah Islam.
2. Disiplin dan taat beribadah berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dengan sikap yang ikhlas dan tawadlu’ serta konsukwen dan istiqomah, sebab manusia berada di muka bumi ini untuk beribadah sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT, dengan melahirkan sikap kepasrahan kepada-Nya dan berbuat baik kepada semua makhluq SWT. Hingga dari pribadi kader IRM terbukti Islam sebagai Rahmatan Lil ‘alamiin.
3. Anggun dalam berakhlaq, menjadi tauladan di tengah masyarakat.
Realisasi selanjutnya dari keimanan dan kepasrahan kepada Allah SWT, adalah munculnya akhlaq yang mulia, yaitu kepribadian yang mencerminkan akhlaq Rasulullah SAW sang tauladan. Sehingga dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi pelopor dan teladan.
4. lkatan Remaja Muhammadiyah mengakui bahwa selain menterjemahkan ayat-ayat qauliyah, Allah SWT juga memerintahkan kita untuk menterjemahkan ayat kauniyah (fenomena alam) serta ayat insaniyah (fenomena sosial dan sejarah) untuk mempedomani kehidupan manusia didunia. Untuk itu, IRM selalu mengembangkan intelektualitas yang mengandung aspek intuitif, imajinatif, sekaligus pragmatis dan instrumentatif secara utuh. Intuitif berarti setiap wacana yang dikembangkan selalu melibatkan rasa pentauhidan dan rasa kemanusiaan. Imaginatif berarti IRM harus mengembangkan etos pengkajian yang mendalam. luas dan futuristik (kedepan) pada setiap bahasan. Pragmatis dan instrumentatif bermakna, bahwa dan kajian yang intuitif sekaligus imajinatif, IRM harus dapat melahirkan produk intelektual yang konkret dalam berbagai segi (baik politik, budaya, pendidikan dan lainnya), yang segera dapat direlisasikan.
5. Amal shaleh adalah buah dari keimanan, bahwa iman tanpa amal shaleh bagaikan pohon tak berbuah. lkatan Remaja Muhammadiyah mengedepankan amal shaleh, gemar berbuat kebajikan (herfaslahiqui khairat), menampilkan dirinya sebagai kader pelopor dan pengggerak organisasi yang dapat menjalankan misi ikatan dan persyarikatan dimanapun dia berada. Amal Sholeh yang dikembangkan IRM adalah Praksisme (bukan praktisme), yaitu amal shaleh yang berangkat dari kesadaran Iman dan buah dari keunggulan ilmu pengetahuan serta intelektualitas yang tinggi, yang akan melahirkan amal yang ilrniah dan bermanfaat
6. Persatuan dan kesatuan ummat adalah modal penting untuk mengembangkan perdamaian dan kesejahteraan. sehingga adalah signifikan ketika kader IRM memiliki kepeloporan dalam mempersatukan ummat Islam dan ummat manusia. Upaya untuk itu adalah dengan menampakkan sosok pribadi yang tidak segan untuk memperbanyak kawan serta membuka diri bekerja sama dengan siapa saja demi kemashlahatan semua manusia.
7. Siap berjihad dengan segala potensi yang dimilikinya untuk Ikatan, ummat dan bangsa. Jihad berarti dengan sungguh-sungguh berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan sebagaimana yang diajarkan oleh agama Islam. Tiada agama tanpa jihad, dan jihad ada dalam konteks perjuangan agama untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik dalam kehidupan. Perjuangan yang demikian itu memerlukan pengorbanan diri disertai dengan hati yang ikhias dan tulus.
Kader Ikatan Remaja Muhammadiyah adalah kader yang siap melaksanakan jihad dalam makna di atas dengan seluruh potensi yang dimilikinya. Karena hanya dengan modal kader yang demikian itu gerakan IRM dapat dirasakan sentuhannya dalam melakukan perubahan-perubahan di masyarakat.
B. ASPEK KEKADERAN
Ikatan Remaja Muhammadiyah adalah gerakan kaderisasi, satu hal yang penting dalam gerakan tersebut adalah konsentransi pada pemberdayaan kadernya. Karena kader yang terberdaya adalah kader yang mampu berbuat banyak untuk dirinya dan masyarakat disekitarnya. Dalam proses kaderisasi terdapat capaian-capaian yang disebut dengan target. Secara konsepsional target (standarisasi) kader yang ingin dihasilkari oleh sistem kaderisasi adalah :
1. Kader yang memiliki semangat dan motivasi untuk mempelajari, memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara Konsekwen dan istiqomah.
2. Kader yang memiliki kemampuan menejerial dan kecakapan kepemimpinan serta loyalitas terhadap persyarikatan.
3. Kader yang memiliki kecakapan, ketrampilan dan penguasaan teknologi serta kemandirian dalam hidlip bermasyarakat.
Dengan memperhatikan target yang ingin dicapai, berikut ini kami mengemukakan beberapa aspek kekaderan yang perlu diperhatikan untuk dikembangkan menjadi potensi organisasi yang sangat besar.
1. Idiologi.
Yang dimaksud adalah peningkatan pemahaman dan wawasan keislaman yang bermuara kepada pemurnian ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunah secara komprehensif/utuh. Ideologi yang dimaksud adalah ideologi yang diyakini Muhammadiyah sebagai nilai-nilai universal yang bersumber dari ajaran Islam yang akan membawa inspirasi untuk memperjuangkan kebenaran, akhlaq mulia dan kesalehan dalam diri individu maupun masyarakat.
Ajaran Islam tersebut adalah ajaran yang diturunkan Allah Swt. untuk mengatur kehidupan manusia yang bersifat universal dan normatif hingga ajaran Islam adalah ajaran untuk sepanjang zaman. Selanjutnya untuk mengaktualisasikan ajaran islam tersebut harus dilakukan penterjemahan sesuai dengan konteks ruang dan waktu sebab ajaran Islam selalu bersinggungan dengan perubahan-perubahan dalam sejarah peradaban manusia
2. Intelektualitas.
Gerakan lRM dilandasi oleh kekuatan dan ilmu pengetahuan serta kegemaran beramal saleh. Iman tanpa ilmu adalah buta, ilmu tanpa iman adalah sesat. Begitupun iman, ilmu tanpa amal saleh bagaikan pohon yang tak berbuah. Begitu pula amal saleh tanpa dilandasi intelektualitas (iman dan ilmu) akan melahirkan gerakan tanpa muatan dan arah.
Pengembangan intelektualitas tersebut diarahkan pada:
a. Pengembangan penguasaan ilmu dan tekhnologi dalam menciptakan tradisi ilmiah dan kegemaran menggali khasanah keilmuan.
b. Pengembangan pemikiran yang rasional agar kader lRM tidak terjebak pada kejemuan dalam berpikir, terutama yang bernuansa spiritualitas, namun semangat menggali khasanah keilmuan harus dibarengi dengan eksplorasi spiritualitas sehingga tidak melahirkan karakter pribadi berpikiran sekuler.
1. MotivasiWirausaha.
Indepetidensi dan kemandirian baik secara individu maupun organisasi adalah hal yang sangat dibutuhkan pada zaman sekarang ini. Untuk memunculkan kemandirian tersebut, haruslah menggali potensi ketrampilan, kecakapan kader dalam penguasaan tekhnologi praktis, selanjutnya mengembangkan kreasi, inovasi, daya cipta agar dapat melahirkan karya-karya kreatif, ilmiah untuk kemaslahatan ummat, bangsa dan negara.
4. Jiwa Kemanusiaan.
Kader lRM adalah ummat utama yang memiliki tugas utama sebai khalifah fil ardi. Pencipta kemakmuran dan kesejahteraan hidup manusia di permukaan bumi ini, dalam makna lain sebagai khalifah adalah pelanjut risalah Rasulullah SAW, pengembang misi dakwah amarma’ruf nahi mungkar yang dijiwai akhlaqui karimah. Aktualisasi ketauhidan kepada Allah SWT. dan keyakinan akan kebenaran Islam adalah lahirnya nilai-nilai humanisme dalam diri seorang kader lRM yang diarahkan pada terciptanya harmonisasi dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, hingga terbukti bahwa Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin.
5. Kemampuan Manajerial dan Kecakapan pemimpin.
Kader lRM adalah kader pelanjut estafet kepemimpinan Muhammadiyah di masa mendatang. maka sangat diperlukan kader yang memiliki kecakapan manajerial dan kepemimpinan yang tinggi sebab hal tersebut sangat dibutuhkan diera kompetitif yang tentunya didasari dengan loyalitas tinggi terhadap misi persyarikatan.
Sebagai kader persyarikatan, kader ummat dan kader bangsa maka kader lRM mengembangkan amanah atau tugas sebagai:
Ø Penggerak inti organsasi dalam mengembangkan usaha-usaha organisasi untuk mencapai tujuan lRM.
Ø Pelanjut risalah dakwah Rosulullah Muhammad SAW. dengan corak kebenaran, pembaharuan dan manusiawi.
Ø Kader persyarikatan menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Mempersiapkan dire sebagai pemimpin bangsa dan negara serta berperan aktif didalam pembangunan bangsa menuju masyarakat madani yakni masyarakat utama adil makmur yang diridhai Allah SWT.
C. Struktur IRM
KETUA UMUM
Ketua Organisasi
Ketua Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Ketua Studi Dakwah Islam
Ketua Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Ketua Afresiasi Seni Budaya dan Olah raga
Ketua Hikmah dan Advokasi
SEKRETARIS UMUM
Sekretaris Organisasi
Sekretaris Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Sekretaris Studi Dakwah islam
Sekretaris Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Sekretaris Afresiasi Seni Budaya dan Olah raga
Sekretaris Hikmah dan Advokasi
BENDAHARA UMUM
Bendahara I
Bendahara II
Anggota Pimpinan
Khusus untuk ranting untuk bidang organisasi boleh ditiadakan dan diperbolehkan menambah bidang atau mengurangi bidang sesuai dengan kebutuhan ranting.